Sabtu, 06 Desember 2008


Asuhan Keperawatan Klien PJK, Angina Pectoris & AMI
Oleh Rata Penuh
Dirhamsyah Tabes, S.Kep, Ns.

Pengertian
Penyakit Jantung Koroner adalah :
Terjadinya ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard

Ketidakseimbangan ini dapat terjadi akibat :
Penyempitan arteri koroner
Penurunan Cardiac OutPut
Peningkatan kebutuhan O2 Miokard
Spasme arteri koroner

Manifestasi Klinis
Tanpa gejala
Angina pectoris
Infark miokard akut
Aritmia
Payah jantung
Kematian mendadak

Angina Pectoris Adalah :
rasa sakit dada akibat adanya iskemia otot jantung, sakit dada ini timbul karena timbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob pada sel miokard yang hipoksik.

Angina Pectoris dibagi atas :
Angina pectoris stabil (stable Angina)
Angina Pectoris tidak stabil (unstable Angina)
Angina Variant ( Angina prinzmetal)

Angina Pectoris Stabil
Yang tergolong dalam Angina pectoris stabil adalah sakit dada yang timbul saat melakukan aktifitas, rasa sakit tidak lebih dari 15 menit dan hilang dengan istirahat.

Angina Pectoris Tidak stabil
yang tergolong dalam UAP adalah sakit dada yang timbul saat istirahat, lamanya > 15 menit, ada peningkatan dalam frekuensi sakitnya atau ada gejala perburukan.

Angina variant / Prinzmetal
adalah bentuk UAP yang disebabkan oleh Spasme arteri koroner

Infark Miokard adalah :
kematian jaringan otot jantung yang ditandai adanya sakit dada yang khas selama > 30 menit, tidak hilang dengan istirahat atau dengan pemberian anti-angina.
Biasanya disebabkan oleh trombus arteri koroner. Lokasi dan luasnya infark tergantung letak arteri koroner yang tersumbat.

Asuhan Keperawatan
Pengkajian
anamnesa :
keluhan sakit dada dapat dikaji dengan format analisa simptom (PQRST)
- faktor pencetus yang paling sering adalah
kegiatan fisik, emosi yang Ber>>, atau setelah
makan.
- kualitas/sifat sakitnya ; sakit dada dirasakan
didaerah Mid-Sternal, rasa sakit tidak jelas
akan tetapi banyak yang menggambarkan
sakitnya seperti ditusuk-tusuk, dibakar atau ditimpa
beban berat.
Penjalaran rasa sakit ke rahang, leher bahkan ke lengan dan jari tangan kiri.
Tanda dan gejala yang menyertai rasa sakit yaitu : mual. Muntah, keringat, keringat dingin, berdebar-debar, sesak nafas.
Lamanya sakit dada pada angina tidak melebihi 30 menit dan umumnya masih respons dengan pemberian obat-obatan anti angina baik oral maupun parenteral, sedangkan pada infark miokard rasa sakit > 30 menit, tidak hilang dengan obat-obatan anti angina, biasanya dengan pemberian analgetik seperti morfin dan pethidin Inj.

Riwayat penyakit dan pengobatan sebelumnya
Angina Pectoris
Infark Miokard
Hipertensi
Diabetes Melitus
Dll

Faktor resiko PJK
Hipertensi
Hiperkholesterol
Diabetes melitus
Merokok
Obesitas
Usia
Keturunan
Kepribadian tipe A

Pemeriksaan Fisik
Tanda – tanda vital
Tekanan darah, Nadi, pernafasan.
Perfusi perifer
Kulit, pulsasi arteri.
Bunyi jantung
Normal. S3/S4/murmur
Bunyi paru
Ronchi, wheezing
Respons Psikologis
Depresi
Gelisah / cemas
Denial

Prosedur Diagnostik
1. EKG
monitor EKG ; aritmia
rekam EKG lengkap ; T – inverted, ST – depresi atau Q pathologis.
2. Laboratorium
darah rutin, kadar enzim jantung CK, CKMB,
Fungsi ginjal. Fungsi hati, Profil Lipid.
3. Foto Thoraks
4. Echocardiografi
5. Kateterisasi
6. Scanning thalium

Analisa data dan Masalah Keperawatan
Gangguan perfusi miokard
Gangguan rasa nyaman
Kecemasan
Gangguan aktifitas
Potensial kurangnya pengetahuan dll.

Tujuan
Menurunkan kebutuhan oksigen
Meningkatkan suplai oksigen miokard
Mencegah perluasan kerusakanj miokard
Mencegah komplikasi

Intervensi Keperawatan
Tirah baring / posisi nyaman
Mengobservasi tanda-tanda vital
Memasang IV line
Memonitor EKG
Kolaborasi :
- Oksigen
- obat-obatan ; nitroglycerin,Beta- Blocker, Ca- antagonis, penenang; narkotik, laxativ, antikoagulan dan trombolitik.
Membantu ADL
Memberi penjelasan ttg prosedur yang dilakukan.
Mengambil sample darah untuk pemeriksaan
Mengobservasi efek samping obat.
Kolaborasi dengan ahli gizi.
Mengurangi Stimulus eksternal.
Mengkaji tingkat pengetahuan pasien/klg
Memberi kesempatan pasien untuk bertanya ; mengungkapkan perasaannya.
Mengobservasi tanda – tanda komplikasi.
Fisiotherapi / mobilisasi

Tidak ada komentar: